« A Page for Sharapova | Main | Tahun 2040 : 2.000 pulau tenggelam »

April 28, 2007

Generasi Penurut

Semenjak kecil kita dilatih untuk mengikuti perintah. Ketika kita balita, orang tua kita memerintahkan kita untuk mencoba berjalan, jangan nakal, jangan lari2an dan lain2, jika tidak nurut juga, ancaman di jewer di lakukan. ketika SD-SMA guru memerintahkan kita untuk membuat PR, datang pagi dan belajar yang rajin. jikia tidak mengikuti pola tersebut, ancaman strap dan tidak naik kelas dicanangkan. Mulai sedikit dewasa, ketika kuliah kita diperintahkan oleh dosen untuk membuat skripsi, kerja kelompok, survey, kerja praktek dan membuat tugas2. Jika tidak mengikuti pola tersebut, ancaman DO dan seleksi alam di tegakkan.

Ditengah itu semua, sambil berusaha memperbaiki IPK, kita di perintahkan oleh pacar kita untuk setia, jangan lirik makhluk indah dan antar jemput. jika tidak nurut, ancaman putus di keluarkan. Akhirnya kita Lulus mendapat gelar sarjana dan pekerjaan, kita diperintahkan untuk datang ke kantor 9-5, kerja keras, follow up client dan kalo perlu lembur. jika tidak ikutin aturan yang ada, ancaman PHK di ingatkan. Ketika karier sudah mulai membaik dan mendapatkan penghasilan yang cukup, kita lagi2 diperintahkan oleh orang tua, untuk segera menikah dan membangun keluarga sendiri. Jika tidak, ancaman orang tua sudah semakin tua di ingat2kan terus menerus.

Itu semua baru hal2 yang bersifat duniawi, belum lagi hal2 yang bersifat religi, ancaman api neraka di gembar gembor jika tidak menjalan agama yang kita peluk.

Ini adalah pola yang orang yang terpaku umumnya orang lakukan, pola yang sudah di set, tanpa disadari membentuk sebuah kandang disekeliling diri kita yang sering kali menghambat seseorang untuk menjadi manusia yang lebih produktif, kreatif dan superior. Saya kebayang, kalo semua orang di indonesia melakukan pola tadi...akan jadi bangsa seperti apa kita? bangsa yang mematuhi perintah bangsa lain yang lebih superior. bangsa yang tidak perlu dijajah, sudah dilatih untuk bertahan dalam kondisi terjajah semenjak dulu.

Beberapa orang ada yang mengatakan hal tersebut diatas adalah wujud dari pendewasaan diri dan tanggung jawab, menurut saya itu semua omong kosong. itu semua wujud dari ketakutan seseorang untuk menjadi orang yang lebih berguna bagi orang lain. Ketakutan tidak diterima keluarga, kekasih, orang tua, anak dan lingkungan sekitarnya. Seberapa banyak sih, orang yg bener2 bahagia menjalankan pola2 itu semua?

Kalo mereka bahagia, ngga akan ada yang namanya perselingkuhan, pengkhianatan, pembajakan, pembunuhan dan korupsi. mereka semua melakukan itu karena mereka tidak bahagia dengan konsep RULES yang membatasi ruang gerak. Ini dia, kenapa orang yang berani memilih jalan hidup yang penuh resiko lebih menjadi panutan ketimbang yang biasa2 saja mengikuti pola tadi, karena mereka menjadi inspirasi bagi orang2 yang tersesat.

Kurang lebih, ini dia jawabannya, kenapa Bill Gates, Warren Buffet, Iwan Fals, Inul, Tukul, Slank, The Beatles dan Elvis punya massa lebih banyak dari Dosen2 kita dan teman2 kita yang kerja 9-5, tampilan necis, pake dasi tapi gaji ngga seberapa.

Most of us are born just to be a follower. Only few of us are born to be a leader.

                            

Comments

kalo foto yg ada di profilenya BOV, dg title "bov seung hui" itu termasuk generasi apa yaaa?? :D
hati2 di black-list pemerintah AS, kalo nemu foto lo itu. hihihihihi :D

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .