« Kembali ke Laptop | Main | Generasi Penurut »

March 28, 2007

A Page for Sharapova

Sharapova4 Setiap pagi saya baca surat kabar Kompas. Disana terpampang berita2 yang sangat update, terpercaya dan akurat (bukan promosi nih). mulai dari Global Warming, MDG, Nuklir di Korea dan Iran, Perang Irak hingga pembagian laptop ke anggota DPR.

Jika anda juga pembaca setia Kompas, perhatikan hampir setiap hari ada berita mengenai juara tenis dunia yang cantik ini, Maria Sharapova. Segar banget rasanya, ditengah berita2 tentang kondisi bumi yang semakin parah, ada sosok Maria terselip ditengah2 berita tersebut. Bukan hanya itu, dia juga sosok yang paling sering muncul membawa good news ditengah sesaknya bad news edisi harian Kompas, atau bahkan hampir di surat kabar di seluruh dunia.

Berita harian yang ada rata2 berupa "The Battle of Old People", mulai dari Hugo Chavez mengecam Bush, Kritikan Mahathir terhadap Badawi, JK memojokan SBY, DPR yang ngga henti2nya morotin rakyat dan Pemboman di Irak yang tiada habis2nya.
Di tengah perdebatan antar politikus (yang jauh dari definisi good looking) dengan janji-janji dan omong kosongnya. Maria muncul dengan prestasinya dilapangan tennis. Seolah2 menunjukan bahwa separah2nya keadaan dunia ini, masih ada harapan untuk terus maju dan berprestasi.

Berbeda dengan perempuan pirang lainya seperti, Paris Hilton yang ngetop karena sex tapenya atau Britney Spears yang ngga henti2nya bikin sensasi, Maria membuktikan dia mampu berprestasi di jalur yang positif, yaitu olahraga.

She's not a superhero, dia juga sudah pasti setiap hari mengalami serangkaian tekanan, cobaan dan tantangan dalam hidupnya seperti kita. Dalam kariernya, dia sering kali kalah melawan Serena Williams. Tambah lagi, dia seorang perempuan yang belum beranjak ke usia 20, dimana gejolak emosi dan hormon pasti mengganggu fokus dia setiap saat.

Kalau dilihat sepintas perempuan seumuran dia, biasanya yang dipikirin apa sih...paling cepat lulus kuliah, weekend clubbing, cari cowok tajir, terus nikah. Perbedaannya adalah disaat perempuan seusia dia lagi asiknya2 party dan belajar dibangku kuliah, dia latihan untuk mengharumkan nama Russia. Ketika teman2nya weekend ke salon, nongkrong di mall, belanja dan nonton bioskop, dia mesti bertanding dibawah terik matahari Melbourne. Meskipun demikian, saya blm pernah baca dia complaint soal problem yang dia hadapi, padahal dia sempat cidera dan kalah dalam pertandingan.


Salut buat Sharapova! Bagi saya, dia adalah symbol manusia yang layak untuk jadikan teladan daya juangnya. Saya harap semakin banyak orang yang mengkuti cara dia berjuang untuk (bukan hanya perempuan, dan bukan hanya dalam bidang olahraga). Dengan, atau tanpa teriakan yang keras...uhauhauhuha.

Her Action (and screams) speaks louder than her words. At the end of 2006, she was the world's highest-paid female athlete. That is a how a person change the world. That is how a young woman conquer the world of sports.

Comments

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .