A Page for Sharapova
Setiap pagi saya baca surat kabar Kompas.
Disana terpampang berita2 yang sangat update, terpercaya dan akurat
(bukan promosi nih). mulai dari Global Warming, MDG, Nuklir di Korea dan Iran,
Perang Irak hingga pembagian laptop ke anggota DPR.
Jika anda
juga pembaca setia Kompas, perhatikan hampir setiap hari ada
berita mengenai juara tenis dunia yang cantik ini, Maria Sharapova.
Segar banget rasanya, ditengah berita2 tentang kondisi bumi yang
semakin parah, ada sosok Maria terselip ditengah2 berita tersebut.
Bukan hanya itu, dia juga sosok yang paling sering muncul membawa good
news ditengah sesaknya bad news edisi harian Kompas, atau bahkan hampir
di surat kabar di seluruh dunia.
Berita harian yang ada rata2
berupa "The Battle of Old People", mulai dari Hugo Chavez mengecam
Bush, Kritikan Mahathir terhadap Badawi, JK memojokan SBY, DPR yang
ngga henti2nya morotin rakyat dan Pemboman di Irak yang tiada
habis2nya. Di tengah perdebatan antar politikus (yang jauh dari definisi good looking) dengan janji-janji dan omong kosongnya. Maria
muncul dengan prestasinya dilapangan tennis. Seolah2 menunjukan bahwa
separah2nya keadaan dunia ini, masih ada harapan untuk terus maju dan
berprestasi.
Berbeda dengan perempuan pirang lainya seperti,
Paris Hilton yang ngetop karena sex tapenya atau Britney Spears yang
ngga henti2nya bikin sensasi, Maria membuktikan dia mampu berprestasi
di jalur yang positif, yaitu olahraga.
She's not a superhero, dia juga
sudah pasti setiap hari mengalami serangkaian tekanan, cobaan dan
tantangan dalam hidupnya seperti kita. Dalam kariernya, dia sering kali
kalah melawan Serena Williams. Tambah lagi, dia seorang perempuan yang
belum beranjak ke usia 20, dimana gejolak emosi dan hormon pasti
mengganggu fokus dia setiap saat.
Kalau dilihat sepintas
perempuan seumuran dia, biasanya yang dipikirin apa sih...paling cepat
lulus kuliah, weekend clubbing, cari cowok tajir, terus nikah.
Perbedaannya adalah disaat perempuan seusia dia lagi asiknya2 party dan
belajar dibangku kuliah, dia latihan untuk mengharumkan nama Russia. Ketika teman2nya
weekend ke salon, nongkrong di mall, belanja dan nonton bioskop, dia
mesti bertanding dibawah terik matahari Melbourne. Meskipun demikian, saya blm
pernah baca dia complaint soal problem yang dia hadapi, padahal dia
sempat cidera dan kalah dalam pertandingan.
Salut
buat Sharapova! Bagi saya, dia adalah symbol manusia yang layak untuk
jadikan teladan daya juangnya. Saya harap semakin banyak orang yang
mengkuti cara dia berjuang untuk (bukan hanya perempuan, dan bukan
hanya dalam bidang olahraga). Dengan, atau tanpa teriakan yang
keras...uhauhauhuha.
Her Action (and screams) speaks louder than her words. At the end of 2006, she was the world's highest-paid female athlete. That is a how a person change the world. That is how a young woman conquer the world of sports.

Comments