Polygami vs. Kebodohan
Akhir-akhir ini sedang marak masalah polygami. Aa Gym selaku tokoh agama di Indonesia declare kalo dia melakukan polygami. Kenapa sih perlu diheboh-heboh kan oleh rakyat Indonesia?
Saya dididik dan dibesarkan dalam lingkungan Islam. Saya cukup beruntung bisa bersekolah di lingkungan yang mendukung saya untuk menmahami Islam lebih dalam ketimbang anak-anak lainya pada masa itu. Tetapi jujur saja, selama proses pendidikan tersebut, saya TIDAK pernah benar-benar diajarkan secara Open Mind dan Transparan tentang hukum poligami. Saya tidak pernah ditunjukan dalam ayat berapa dalam Al-Qur'an, poligami itu di perbolehkan. Seolah-olah pandangan saya dialihakan ke hal-hal lain, ketimbang membahas poligami lebih mendetail.
Setelah lulus SMA, saya kuliah di Arsitektur Unpar. Saya mulai mempelajari sendiri Agama Islam yang saya anut selama ini, dan menerapkannya di lingkungan non-muslim. Saya baru sadar, ternyata selama ini, sistem pendidikan agama Islam yang saya jalani selama ini penuh dengan sensor, banyak hal-hal yang seolah2 disembunyikan, seolah2 sebaiknya pelajar tidak tahu tentang hal tertentu. Saya bukan menyalahkan pihak Al-Azhar yang telah berjasa membentuk karakter saya sebagai seorang muslim, dan pada akhirnya menjadi seorang muslim yang mampu berpikir kritis bahkan terhadap Agama Islam itu sendiri.
Saya membayangkan, saya ini hanya SATU dari sekian juta korban yang tidak mengerti kalo POLYGAMI itu LEGAL menurut Hukum Islam. Polygami itu sendiri juga TIDAK dibenci, berbeda dengan perceraian yang jelas-jelas dikatakan DIBENCI. Namun yang terjadi di Indonesia, malah sebaliknya, POLYGAMI di BENCI dan PERCERAIAN di MAKLUMI padahal polygami itu JAUH mulia daripada PERCERAIAN.
Bahkan ada yg lebih parah, MONOGAMI, tapi punya istri simpanan dan mengakui kawin SIRIH, bawah tangan, artinya ZINAH lebih bisa dianggap WAJAR ketimbang POLYGAMI. Maksudnya mau memperbaki, tapi malah kok lebih ancur. GILA kan?
Bagi pihak yang dengan KERAS melarang POLYGAMI. Siapapun itu, mereka itu adalah orang yang berusaha memutar balikan ajaran Agama Islam, menghancurkannya dari dalam secara perlahan seperti VIRUS, ibarat TERORIS yang menggunakan agama untuk kepentingan dan keuntungan dirinya sendiri. Ibu-Ibu yang berdemo atas LEGALnya POLIGAMI tidak lain adalah KORBAN dari pendidikan Islam yang kurang pada masa kecilnya, sehingga menghasilkan kualitas Muslim yang CLUELESS. Jika polygami itu SALAH, maka automatically dia menyatakan apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW adalah SALAH. Betapa sombong dan SOK TAUnya mereka, berani2 menyalahkan tindakan Nabi Muhammad .
Kalo dilihat dari sisi budaya dan adat istiadat, poligami itu memang tidak etis. Namun perlu kita ingat bahwa budaya dan adat istiadat itu tidak lain adalah hukum yang bersifat duniawi (sementara), bukan hukum yang nantinya bisa mengarahkan kita ke jalan yang benar. Jika saya menjadi kaum wanita, tentu saja memang saya akan menerima dengan berat hati pada awalnya, tetapi jika saya telaah lebih dalam lagi, sebenarnya itu memang sudah diatur dalam Agama Islam. Polygami itu hak yang diberikan kepada seorang lelaki muslim. Sama persis seperti hak lelaki sebagai IMAM, hak lelaki sebagai KEPALA KELUARGA, Kewajiban lelaki untuk turun berperang memperjuangkan agama Islam, Kewajiban lelaki untuk menafkahi keluarganya, hak laki untuk mendapat warisan lebih banyak dan hak lelaki untuk berada di posisi DEPAN ketika shalat berjam'ah.
Kalo kita hanya berpikir INTERN saja, mungkin masalah tidak akan seberapa. Tapi pernahkan terpikir oleh mereka, bagaimana nantinya Muslim dibelahan dunia lain melihat, mendengar kalo Agama Islam di Indonesia bisa di MODIFIKASI se-enak UDEL karena dianggap bertentangan dengan budaya dan adat Indonesia. Apakah mereka, saudara2 kita di ARAB SAUDI, Malaysia, IRAQ, IRAN dan lain2 tidak TERSINGGUNG dengan pernyataan Muslim BODOH tersebut?
Sekalian aja, sudah terkenal sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar yang tersesat, terbesar juga korupsi, pembajakan, flu burung, rakyat dibawah garis kemiskinan. Apakah kemudian kita harus bangga pada Dunia, kalo Muslim Indonesia adalah Muslim yang bisa MEMODIFIKASI Agama Islam, agama mereka juga?

bos, kalo gue pribadi sih(for myself only)..kurang setuju sama poligami bosss...bukan menyalahkan tindakan nabi Muhammad,..tapi syarat poligami memang SANGAT berat..untuk itulah gue pribadi gak setuju sama poligami, karena gue belom tentu memenuhi syarat2 itu di mata Allah..dan gue belom denger ada kemuliaan seseorang manusia yang bisa sejajar atau bahkan hampir mendekati Akhlak Rasulullah SAW..
Kasus AA Gym (semoga Allah memuliakannya), sebenernya lebih kepada sosok si AA sendiri..sebagai seorang panutan, yang memiliki banyak pengikut, dikhawatirkan akan diikuti oleh mereka2 yang ilmu nya kurang...padahal poligami sendiri seperti diakui si AA, butuh perenungan bahkan beliau butuh hampir 5 tahun untuk memutuskan..
Nah tau sendiri khan, kebanyakan orang Indonesia itu meng-gampangkan, malah cenderung kadang kebablasan..
Kalo mau dirunut, Rasulullah SAW memang punya banyak istri, tapi beliau hanya punya SATU istri saat khadijah menjadi istrinya..setelah itu, beliau tidak menikahi perempuan2 muda, yang seksi, yang bohay...sekali lagi TIDAK!..beliau menikahi janda2 tua korban perang, Hamba Sahaya, serta perempuan yang dinikahkan untuk memudahkan penyebaran Islam pada masa itu..
referensinya:
Mengawini lebih dari satu istri tujuannya membebaskan perbudakan
(surat 4:24) atau perempuan yatim (surat 4:3) pada jaman itu.
Jujur, kalo gue pribadi, gue melihat seperti ini..orang banyak ber-argumen "lebih baik poligami daripada berzinah"...jujur, pendapat ini menurut gue agak misleading..karena apa? karena di pendapat ini ada kelemahan yang justru jadi bumerang buat pendapat itu sendiri...di argumen ini, poligami hanya sekedar 'metamorfosa' dari bentuk perzinahan dimana pada zaman ini kebanyakan motif melakukan poligami yang ada hanya berdasarkan urusan selangkangan (semoga mereka yang melakukan poligami tidak memiliki motif tersebut)..
Berikut gue tulis kutipan dari beberapa literatur yang ada tentang poligami yang insya Allah reliable...
Rahasia Dibalik Perkawinan Nabi Muhammad SAW
Ketika orang-orang mendengar bawah Nabi Muhammad SAW mempunyai banyak istri semasa hidupnya, banyaklah timbul suara-suara yang sumbang kearah Nabi Muhammad SAW.
Padahal, kalau mereka mau menelaah lebih dalam untuk mengetahui apa rahasia dibalik perkawinan Nabi Muhammad SAW, niscaya mereka akan mengerti dan memaklumi adanya bahkan akan memuji kepintaran strategi dari Nabi besar Muhammad SAW, yaitu : "political and social motives".
Perkawinan pertamanya dengan Khadijah dilakukan ketika dia berumur 25 tahun dan Khadijah berumur 40 tahun. Selama hampir 25 tahuh, Nabi SAW hanya beristrikan Khadijah, sampai Khadijah meninggal dunia diumur 65 tahun (semoga Allah memberkahinya) .
Hanya setelah Nabi SAW berumur lebih dair 50 tahun, barulah nabi SAW mulai menikah lagi. Dengan demikian jelaslah bahwa jika memang Nabi SAW hanya mencari kesenangan semata, tentulah tidak perlu beliau menunggu sampai berusia lebih dari 50 tahun, baru menikah lagi. Tapi Nabi Muhammad SAW tetap mencintai Khadijah selamaa 25 tahun, sampai Khadijah meninggal dunia di usia 65 tahun.
Perkawinannya selanjutnya mempunyai banyak motive. Beberapa perkawinan adalah dengan tujuan membantu wanita yang suaminya baru saja terbunuh didalam membela Islam. Yang lain adalah demi menambah dan mempererat hubungan dengan salah satu pendukung fanantik Islam, Abu Bakr (semoga Allah memberkahinya) .
Ada juga dalam upaya membangun hubungan yang baik dengan suku-suku lain yang semula berniat memerangi Islam. Sehingga ketika Nabi SAW mengawininya, maka perang pun terhindarkan dan darah pun tak jadi tumpah.
Setidaknya, ada Professor Non-Muslim yang berkesempatan mempelajari secara langsung mengenai sejarah dan kehidupan Nabi Muhammad SAW berkesimpulan yang berbeda dengan kesimpulan kaum non-muslim lainnya.
John L. Esposito, Professor Religion and Director of Center for International Studies at the College of the holly cross, mengatakan bahwa hampir keseluruhan perkawinan Nabi Muhammad SAW adalah mempunyai misi sosial dan politik (political and social motives) (Islam The straight Path, Oxford University Press, 1988).
Salah seorang non-muslim lainnya, Caesar E. Farah menulis sebagai berikut: "In the prime of his youth and adult years Muhammad remained thoroughly devoted to Khadijah and would have none other for consort".
Caesar Farah pun berkesimpulan bahwa perkawinan Nabi Muhammad SAW lebih karena alasan politis dan alasan menyelamatkan para janda yang suaminya meninggal dalam perang membela Islam.
Sehingga memang jika melihat lagi ke sejarah, maka dapatlah diketahui apa alasan sebenarnya perkawinan nabi Muhammad SAW.
Berikut ini kita tampilkan nama-nama Istri Nabi Muhammad SAW beserta sekilas penjelasannya:
Khadijah: Nabi mengawini Khadijah ketika Nabi masih berumur 25 tahun, sedangkan Khadijah sudah berumur 40 tahun. Khadijah sebelumnya sudah menikah 2 kali sebelum menikah dengan Nabi SAW. Suami pertama Khadijah adalah Aby Haleh Al Tamimy dan suami keduanya adalah Oteaq Almakzomy, keduanya sudah meninggal sehingga menyebabkan Khadijah menjadi janda. Lima belas tahun setelah menikah dengan Khadijah, Nabi Muhammad SAW pun diangkat menjadi Nabi, yaitu pada umur 40 tahun. Khadijah meninggal pada tahun 621 A.D, dimana tahun itu bertepatan dengan Mi'raj nya Nabi Muhammad SAW ke Surga. Nabi SAW sangatlah mencintai Khadija. Sehingga hanya setelah sepeninggalnya Khadijah lah Nabi SAW baru mau menikahi wanita lain.
SAWDA BINT ZAM'A: Suami pertamanya adalah Al Sakran Ibn Omro Ibn Abed Shamz, yang meninggal beberapa hari setelah kembali dari Ethiophia. Umur Sawda Bint Zam'a sudah 65 tahun, tua, miskin dan tidak ada yang mengurusinya. Inilah sebabnya kenapa Nabi SAW menikahinya.
AISHA SIDDIQA: Seorang perempuan bernama Kholeah Bint Hakeem menyarankan agar Nabi SAW mengawini Aisha, putri dari Aby Bakrs, dengan tujuan agar mendekatkan hubungan dengan keluarga Aby Bakr. Waktu itu Aishah sudah bertunangan dengan Jober Ibn Al Moteam Ibn Oday, yang pada saat itu adalah seorang Non-Muslim. Orang-orang di Makkah tidaklah keberatan dengan perkawinan Aishah, karena walaupun masih muda, tapi sudah cukup dewasa untuk mengerti tentang tanggung jawab didalam sebuah perkawinan. Nabi Muhammad SAW bertunangan dulu selama 2 tahun dengan Aishah sebelum kemduian mengawininya. Dan bapaknya Aishah, Abu Bakr pun kemudian menjadi khalifah pertama setelah Nabi SAW meninggal.
HAFSAH BINT U'MAR: Hafsah adalah putri dari Umar, khalifah ke dua. Pada mulanya, Umar meminta Usman mengawini anaknya, Hafsah. Tapi Usman menolak karena istrinya baru saja meninggal dan dia belum mau kawin lagi. Umar pun pergi menemui Abu Bakar yang juga menolak untuk mengawini Hafsah. Akhirnya Umar pun mengadu kepada nabi bahwa Usman dan Abu Bakar tidak mau menikahi anaknya. Nabi SAW pun berkata pada Umar bahwa anaknya akan menikah demikian juga Usman akan kawin lagi. Akhirnya, Usman mengawini putri Nabi SAW yiatu Umi Kaltsum, dan Hafsah sendiri kawin dengan Nabi SAW. Hal ini membuat Usman dan Umar gembira.
ZAINAB BINT KHUZAYMA: Suaminya meninggal pada perang UHUD, meninggalkan dia yang miskin dengan beberapa orang anak. Dia sudah tua ketika nabi SAW mengawininya. Dia meninggal 3 bulan setelah perkawinan yaitu pada tahun 625 A.D.
SALAMA BINT UMAYYA: Suaminya, Abud Allah Abud Al Assad Ibn Al Mogherab, meninggal dunia, sehingga meninggalkan dia dan anak-anaknya dalam keadaan miskin. Dia saat itu berumur 65 tahun. Abu Bakar dan beberapa sahabat lainnya meminta dia mengawini nya, tapi karena sangat cintanya dia pada suaminya, dia menolak. Baru setelah Nabi Muhammad SAW mengawininya dan merawat anak-anaknya, dia bersedia.
ZAYNAB BINT JAHSH: Dia adalah putri Bibinya Nabi Muhammad SAW, Umamah binti Abdul Muthalib. Pada awalnya Nabi Muhammad SAW sudah mengatur agar Zaynab mengawini Zayed Ibn Hereathah Al Kalby. Tapi perkawinan ini kandas ndak lama, dan Nabi menerima wahyu bahwa jika mereka bercerai nabi mesti mengawini Zaynab (surat 33:37).
JUAYRIYA BINT AL-HARITH: Suami pertamanya adalah Masafeah Ibn Safuan. Nabi Muhammad SAW menghendaki agar kelompok dari Juayreah (Bani Al Mostalaq) masuk Islam. Juayreah menjadi tahanan ketika Islam menang pada perang Al-Mustalaq (Battle of Al-Mustalaq) . Bapak Juayreyah datang pada Nabi SAW dan memberikan uang sebagai penebus anaknya, Juayreyah. Nabi SAW pun meminta sang Bapak agar membiarkan Juayreayah untuk memilih. Ketika diberi hak untuk memilih, Juayreyah menyatakan ingin masuk islam dan menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah yang terakhir. Akhirnya Nabi pun mengawininya, dan Bani Almustalaq pun masuk islam.
SAFIYYA BINT HUYAYY: Dia adalah dari kelompok Jahudi Bani Nadir. Dia sudah menikah dua kali sebelumnya, dan kemudian menikahi Nabi SAW. Cerita nya cukup menarik, mungkin Insha Allah disampaikan terpisah.
UMMU HABIBA BINT SUFYAN: Suami pertamanya adalah Aubed Allah Jahish. Dia adalah anak dari Bibi Rasulullah SAW. Aubed Allah meninggak di Ethiopia. Raja Ethiopia pun mengatur perkawinan dengan Nabi SAW. Dia sebenarnya menikah dengan nabi SAW pada 1 AH, tapi baru pada 7 A.H pindah dan tinggal bersama Nabi SAW di Madina, ketika nabi 60 tahun dan dia 35 tahun.
MAYMUNA BINT AL-HARITH: Dia masih berumur 36 tahun ketika menikah dengan Nabi Muhammad SAW yang sudah 60 tahun. Suami pertamanya adalah Abu Rahma Ibn Abed Alzey. Ketika Nabi SAW membuka Makkah di tahun 630 A.D, dia datang menemui Nabi SAW, masuk Islam dan meminta agar Rasullullah mengawininya. Akibatnya, banyaklah orang Makkah merasa terdorong untuk merima Islam dan nabi SAW.
MARIA AL-QABTIYYA: Dia awalnya adalah orang yang membantu menangani permasalahan dirumah Rasullullah yang dikirim oleh Raja Mesir. Dia sempat melahirkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim. Ibrahim akhirnya meninggal pada umur 18 bulan. Tiga tahun setelah menikah, Nabi SAW meninggal dunia, dan akhirnya meninggal 5 tahun kemudian, tahun 16 A.H. Waktu itu, Umar bin Khatab yang menjadi Iman sholat Jenazahnya, dan kemudian dimakamkan di Al-Baqi.
Kalau sudah tahu begini dan kalau memang dikatakan mau mengikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW, kira-kira masih minat dan berani nggak ya kaum Adam untuk ber-istri lebih dari 1?
(sumber: anwary-islam. com)
Wallahualam bishawab,
Posted by: Oky | December 7, 2006 11:14 PM
Hehhe...gw 85% setuju sama lo, boss. one more thing, ada SATU hal yg gw ngga bisa terima dalam kemunafikan kita selaku orang Indonesia. PACARAN = Boleh, tapi POLYGAMI = Hina. Padahal jelas2 pacaran itu GREY AREAnya Zinah. Tidak ada satupun pembenaran atas hubungan social yang bernama PACARAN, lo, gw dan muslim lainya tetap aja JABANIN.
Gini aja deh, sebaiknya kita jangan pernah bilang SETUJU atau TIDAK SETUJU atas polygami. Gw aja NGGA BERANI kasih pernyataan apa2. Masalahnya gini, boss...Jika suatu saat nanti lo udah nikah dan lo ternyata jatuh cinta pada perempuan lain dan lo MAMPU untuk menikahi dia, gw yakin pandangan lo tentang poligami akan BERUBAH 180 Derajat,
KASARnya gini deh, AA Gym itu lebih pinter, lebih sukses, lebih berkarisma, lebih beriman dibanding KITA. Bukan berarti beliau selalu BENAR, tapi segala action dan keputusan dia, gw yakin udah dia pikirkan matang2. itu SUKA ngga SUKA sih boss. Makanya dari dulu DIA sendiri aja NGGA BERANI kasih pernyata poligami itu boleh atau tidak.
Polygami yang tadinya lo ngga setuju, nantinya giliran udah ketemu yg OK, baru deh nanti lo cari pembenaran atas polygami tersebut. Hukum poligami itu sendiri nantinya bisa jadi SENJATA makan tuan. Yang tadinya lo ngga setuju, nanti mungkin bakal setuju.
Untuk SAFEnya gw sih bilang Polygami itu BOLEH, meskipun gw ngga punya rencana untuk berpoligami. Daripada nanti gw di cap munafik, mendingan Boleh2in aja deh (tidak dianjurkan, tidak dibenci, tidak dilarang...tapi cukup BOLEH saja).
Kalo soal poligami seolah2 hanya berlaku pada saat jaman perang, gw ngga setuju. Karena Hukum Islam itu berlaku untuk umat manusia. Berlaku untuk yang sedang berperang, maupun yg tidak berperang. Untuk Yang di China dan yang di Arab, Untuk Yang idiot dan yang genius. Untuk Orang tua dan anak muda.
Thanks for the Replies, really appreciate it, dude.
Posted by: Bovian | December 8, 2006 08:14 AM
Bov, teman kecil gw di al azhar, yg dr kecil tuh pintar dan seru, izinkan g berkomentar sedikit ya...sewaktu di Al Azhar, memang kita tdk diajarkan perihal ttg poligami, bukan krn sensor yg dilakukan oleh pihak Yayasan. Seingat gw, dalam pelajaran Sejarah Islam, kalo ga salah yg ngajar tuh pak Badri, pernah juga diajarkan ttg istri2 Rasul dan alasan2nya beliau mengawini mereka. Memang kita tidak diajarkan lbh dalam lagi mengenai hal tsb tp ada pelajaran2 lain yg sifatnya lebih urgent utk diajarkan kpd anak2 TK-SD-SMP (sebagian malah blm akil baliq) Al Azhar Kemang kita yg tercinta itu.
apapun alasan orang utk poligami-non poligami, lebaran ngikutin NU-Muhammadiyah, dan perbedaan2 lainnya, mungkin ada baiknya kita tdk saling menjatuhkan dg menggunakan kata 'bodoh', 'primitif', dsb. Ajarkan dan bantahlah sesuatu itu dg baik, kl ga bisa dg kata yg baik, carilah cara yg lbh enak or menyenangkan. Lbh baik kita hargai perbedaan yg ada, bertanya kpd ahlinya, atau kembalikan semua itu kepada Al Quran, Hadis, dan sejarah/alasan turunnya ayat-hadis itu sendiri. Dari situ, ditambah hasil perenungan akal kita sendiri baru kita bisa ambil kesimpulan or komen ttg kejadian yg ada spt skr ini. Poligami memang tdk dilarang, atau spt yg lo blg lbh baik drpd zina dsb. Dan menurut gw, poligami itu tdk bertabrakan dg budaya dan adat kita, bukankah poligami itu sudah dilakukan sejak dulu kala di nusantara? Tp Bov..salah satu cita2 luhur perkawinan menurut Al Quran & norma yg ada adl mencintai seseorang (hanya seseorang) serta membahagiakannya sampai mati. Kalau kemudian ada godaan2 (abis yg cantik, keren, baik, dll tuh makin banyak siih), disarankan utk segera berwudhu, salat, berdoa, mohon ampunan, atau berpuasa sunah. Gw juga termasuk orang yg banyak dosa, banyaaak bgt (i must be worse than you, Bov, apalagi dibanding Aa Gym). Tp sesuai cita2 yg kecil mau dimanja, muda foya2, tua kaya raya dan mati masuk surga, gw terus memperbaiki diri termasuk utk menjauhkan diri dr zina dan tdk memikirkan cewek lain selain istri gw, kan membahagiakan istri jg ibadah, boss, malah ketika ijab kabul, gw berjanji atas nama Allah. Ttg Aa Gym dan sejuta alasannya..yg disayangkan adl dia tokoh panutan yg telah berulang kali menyerukan agar saling setia dan membentuk keluarga yg sakinah, malah dia menulis buku ttg keluarga sakinah yg skr dijual di gramedia. Juga, dr sudut pandang syiar Islam, yg dilakukannya walau tidak bisa dibilang salah, tetaplah tidak bijaksana dan strategis. So, lebih baik setia sampai mati drpd zina or poligami kan?
Posted by: adiiiiit | December 10, 2006 06:20 PM
Terima Kasih banyak atas commentnya, Boss Adit. Saya sendiri kalo harus berada dalam posisi perempuan tentu saja tidak ingin di poligami. Maafkan saya juga kalo saya berkata BLAK-Blakan.
Mari kita telaah lebih lanjut, Dit. Let's face it, stupidity EXIST and we experience it everyday. Kebodohan itu adalah suatu hal, lumrah dan tidak bisa pungkiri bawah itu ada, seperti layaknya Hitam dan Putih, Baik dan Jahat, Jujur dan Bohong, Demikian juga Pintar dan BODOH itu semua ADA. Justru kalo kita tidak mengutarakan itu dengan jelas dan tegas, ada chance malah kita yang MEMBODOHI orang lain. Sama persisi seperti halnya dulu waktu sekolah saya tidak diajarkan secara mendetail tentang POLYGAMI.
Jika ada orang yg menyatakan pernyataan saya barusan kurang ETIS, ada bisa jadi kamu atau orang tersebut MASIH dibutakan oleh pendidikan kita dulu, dan masih memakai cara berpikir ORDE BARU yang penuh sensor dan banyak "orang ilang". So let's face the truth, dude. Stupidity and Polygami Exist.
Bukan berarti saya ini yang paling PINTAR, tapi paling tidak saya berusaha menjadi yang TRANSPARAN dalam memandang masalah. Saya mengatakan BODOH tentu saja dengan alasanya yg kuat. Karena saya tidak ingin ada OKNUM yang melarang adanya poligami. Karena efek dominonya sangat BERBAHAYA. Larangan tersebut bisa jadi Boomerang bagi rakyat Indonesia sendiri (yang sudah jelas "kurang pintar" dibandingnkan Muslim lainya di muka bumi ini).
Saya cuma tidak mau Muslim Indonesia di pandang SEBELAH MATA oleh saudara2nya yang di Arab Saudi, Malaysia, China dan lain2. Saya cuma tidak ingin, Agama Islam bisa diubah se-enak kita cuma karena tidak ETIS, yang secara langsung tentu saja itu MENYINGGUNG perasaan saudara2 kita dibelahan dunia lain yang SUDAH berpoligami selama ratusan tahun sebelum Indonesia atau BATAVIA ini ADA! dan mereka tentu saja adalah Negara-Negara ISLAM yang jauh lebih maju dan lebih kaya daripada KITA. Kalo kita masih mau ngotot juga bikin rules, polygami itu dilarang, maka kita harus LEBIH MAJU, lebih pintar dan lebih kaya dulu dibandingkan mereka.
Mereka bisa berkata gini: " Bangsa Islam apa ini??!!! Umur negara juga baru 61 Tahun, udah berani2 merubah ajaran Agama Islam. Sudah Miskin, banyak hutang, banyak flu burung, banyak pornografi dan Negara terkorup, terus BERANI-BERANInya melarang apa yang nenek moyang kita sudah lakukan dari dulu??!!" Kira2 kamu sendiri tersinggung tidak kalo ada umat Islam yang melontarkan pernyataan itu ke kita?
Sebenarnya musuh umat Islam Indonesia itu KEBODOHAN makanya saya jadikan JUDUL blog tersebut, dit. Bodoh itu dalam arti kata:
Tidak mampu melihat Secara MENDUNIA (kalo Islam itu ngga cuma di Indonesia), Tidak mampu BERPIKIR KRITIS, Kebanyakan PATUH (padahal dirinya sendiri berbebani), Tidak punya fondasi yang jelas akan sesuatu yang mereka pegang/bela dan masih banyak lagi.
Like i said, polygami itu BOLEH menurut Islam, dan tidak ada Hukum apapun yang bisa merubah itu (tidak diwajibkan, tidak disarankan dan tidak juga dilarang). Itu suka ngga suka sih, dit.
Posted by: Bovian | December 10, 2006 07:04 PM
Gini aja deh, sebaiknya kita jangan pernah bilang SETUJU atau TIDAK SETUJU atas polygami---> boss, sesuai yang gue tulis diatas, mungkin loe kurang mengutip..diatas gue tulis..'untuk pribadi gue (for myself only), gue kurang setuju..blabla'..
Sedangkan untuk orang lain, terserah..karena pertanyaannya adalah, apakah kita sudah sesuai dengan akhlak rasulullah, sedangkan hal itu sulit sekali...daripada poligami hanya sekedar 'bentuk penghalalan dari pemuasan birahi'.., lebih baik konsep poligami itu diperbolehkan JIKA dan HANYA JIKA sesuai dengan syariat Rasul sesuai dengan hadist2 yang insya Allah shahih..
Sekarang kita pake logika terbalik bov, seandainya si A ingin menikahi C karena alasan meng-halal-kan hubungan sexual, bukankah justru itu yang berani2 merubah ajaran Agama Islam seperti yang loe katakan?? bukankah sebaiknya kita menelaah lagi, kenapa sih dulu rasulullah beristri lebih dari satu? seperti apa sih kriteria pribadi-nya dia sehingga dia bisa beristri lebih dari satu? dan bagaimana beliau memperlakukan istri-istri nya sehingga di mata Allah pun beliau dianggap ADIL.
Gue pribadi ngga bilang itu engga boleh, tapi..seorang AA Gym gue yakin masih jauh banget dibawah rasulullah, apalagi gue..so, poligami adalah tanggung jawab luar biasa, yang notabene harus kita pertanggung jawabkan juga di depan Tuhan nantinya..so, as I previously said, I STRICT MYSELF to accept such thing called poligamy..
Sekali lagi, gue tidak melegalkan atau melarang soal poligami, tapi ada baiknya kita menelaah lagi (kalo kita mau poligami), sudah demikiankah akhlak dan mental kita dengan Rasulullah, sehingga kita diperbolehkan untuk berpoligami??
Wallahualam Bishawab,
Posted by: Oky | December 10, 2006 07:55 PM
Hehheheh....kayaknya kita semua mikirnya terlalu jauh deh soal Polygami. Terlepas dari soal Polygami dan lain2nya, Sulit sekali yah untuk bangsa ini mengakui bahwa sesuatu yg boleh ya boleh yg tidak ya tidak. Ada saja pemikiran kita dibalik itu. Semua ada di GREY area, which is ZERO.
Mungkin Umat Islam dibelahan dunia lain as we speak, skrng sedang mentertawakan kita, boss. Seharusnya kita semua ngaca, KITA INI BANGSA yang tidak kompak. Bukti paling mudah dilihat ya dari prestasi Olimpiade dan ASEAN Games dan ajang olahraga lainya. Wajar kalo mereka lebih maju, karena dari dulu mereka negara-negara Islam yang berdiri diatas Hukum Islam, makanya memanagenya mudah.
Sedangkan kita, Bangsa yang masih harus banyak belajar, karena kita terdiri dari banyak suku bangsa, banyak adat istiadat, dan banyak agama. Meskipun mayoritas adalah Muslim, namun Hukum2 lainya, itu membuat kita semua DISORIENTED dan simpang siur, dan memperdebatkan sesuatu yang ngga jelas base-nya apaan, akhirnya yang menjadi base atas itu semua adalah PEMIKIRIAN INDIVIDUAL kita masing-masing. No wonder, sampai skrng TEAM WORK skills SDM Indonesia masih minim, No wonder Investor asing ragu datang ke Indo.
Sebenarnya kita cukup beruntung punya public figure seperti AA Gym. Tapi gw rasa kali ini kita diuji, kesetiaan kita atas BELIEVE beliau. Kita lagi diuji, MUSLIM seperti apa sebenarnya kita ini. Apakah kita setia pada pemimpin2 kita, atau kita dengan mudahnyanya dipecah belah?
Maaaf ngalantur, tapi gw cuma mau share aja. thanks for reading
Posted by: Bovian | December 10, 2006 08:24 PM
Topik menarik utk dibahas sama pacar & nyokap lo ... tolong kasih tau gue hasilnya gimana
Posted by: Danu | December 10, 2006 10:00 PM
Bov...ini ada joke aja dari milis temen g. Menurut g sih ttg poligami susah jg ya kalo ceweknya emang maunya "gang bang" gimana? huahahaha.....
> POLIANDRI ^-^
> Menurut daku, yang diperlukan oleh seorang anak bukanlah siapakah
> lelaki yang menyumbangkan seciprat sperma untuk membuat dirinya, tapi
> siapakah yang berperan sebagai sosok seorang ayah sesungguhnya dalam
> pertumbuhannya.
>
> Justru dengan sistem 4 ayah 1 ibu, anak-anak diuntungkan karena lebih
> banyak yang melindungi mereka jika ada apa-apa. Bahkan mungkin ada
> baiknya jika ke-empat ayah tersebut mengatur shift kerja mereka
> sehingga setidaknya ada 1 ayah yang selalu berjaga di rumah setiap
> saat. Menjaga keluarga dari marabahaya. (Misal: Kalau ada perampok
> yang masuk rumah, setidaknya ada seorang lelaki dewasa yang akan
> melindungi ibu dan anak-anaknya)
>
> Selain itu, 4 ayah berarti adanya 4 tulang punggung keluarga. (EMPAT
> saudara-saudara! ! E-M-P-A-T!! bukan 1 atau 2 atau 3, tapi EMPAT
> sumber pemasukan keluarga!!) Jadi secara keseluruhan, kesejahteraan
> keluarga menjadi lebih baik.
>
> Biaya perawatan anakpun lebih terjamin. Jika yang 1 terkena PHK,
> masih ada 3 lainnya yang bekerja. Tentunya yang terkena PHK itu juga
> akan merasa gengsi dan malu terhadap 3 suami lainnya, sehingga ia
> akan berusaha mendapatkan kerja secepatnya.
>
> Poliandri juga baik untuk mengurangi jumlah penduduk. Sebab, walaupun
> ada 4 pejantan yang siap membuahi, tapi pabrik anaknya cuma 1!!
> Jadinya ya dalam jangka panjang akan mengurangi jumlah penduduk dan
> anak-anak yang dibuat pun diharapkan lebih "berkualitas" . (Ya
itulah,
> karena biaya perawatan anak datang dari 4 sumber pemasukan) Intinya:
> turunkan kuantitas, naikkan kualitas!!
>
> Kalau poligami bisa mengakibatkan persaingan di antara para istri dan
> anak-anaknya, poliandri mungkin bisa memberikan efek perdamaian.
> Sebab pada saat seorang anak tidak jelas siapa ayahnya (Pokoknya di
> antara 4 itu! Eh, diluar 4 itu juga bisa ding), maka para ayah akan
> tetap memberikan perhatian kepada si anak. Masing-masing ayah akan
> menganggap anak tersebut adalah anaknya. (Kalau di poligamikan, bisa
> ada resiko setiap anak membangga-banggakan ibunya doang dan
> menjelekkan ibu dari anak yang lain)
>
> Para ayah tersebut punya teman untuk ngobrol malam-malam, teman untuk
> main catur, main panco (Kalau mau juga bisa buat turnamen kecil-
> kecilan) ataupun main kartu (Pas 4 orang! Cocok buat maen capsa, maen
> mahjong juga bisa). Nonton bola di rumah pun menjadi lebih semarak!
>
> Dengan sistem 4 suami pula para pria bisa belajar menekan rasa
> egoisnya dengan saling berbagi, bertoleransi dan bersabar. Ingat,
> Tuhan suka orang sabar...
>
> Rewelnya istri pun menjadi lebih berkurang. Bayangkan jika seorang
> suami punya 4 istri. Maka dalam 24 jam, akan ada 4 orang istri yang
> berpotensi untuk mengomel dan mengeluh di kuping suami. Tapi JIKA 4
> suami 1 istri, maka rata-rata kemungkinan masing-masing suami
di-rese-
> in istri adalah maksimal 6 jam sehari. (Dengan asumsi ngawur bahwa
> sang istri mengomel selama 24 jam non-stop)
>
> Sudah menjadi pengetahuan umum pula jika umur harapan hidup pria
> lebih pendek. Jadi, setidaknya jika seorang suami mati, sang istri
> tidak akan langsung menjadi janda, masih ada 3 orang suami yang
> menemani. Sementara jika sang istri yang mati, maka para suami bisa
> memilih untuk segera kawin lagi atau menjomblo. (Point bebek di sini:
> Kalau seorang wanita menjadi janda, maka ia lebih sulit untuk mencari
> suami daripada seorang duda mencari istri)
>
> Sekarang mari kita tinjau dari sudut seksualitas. Sudah menjadi
> keluhan umum di rubrik konsultasi kalau banyak wanita gagal mencapai
> orgasme karena suami cepat selesai atau tidur begitu saja setelah
> mencapai puncak. Padahal pada umumnya, wanita itu lebih lambat panas
> daripada pria.
>
> Nah... dengan adanya 4 suami, maka suami-suami tersebut bisa ber-
> estafet ria. Jika istri lambat panas dan blum panas-panas juga, maka
> jangan kuatir, masih ada rekan anda yang akan meneruskan perjuangan
> membawa istri menuju ke puncak kenikmatan. (Menuju puncak, gemilang
> cahaya, mengukir cinta, SEJUTA RASA.... Kyaaaaaaa... !! )
>
> Akhir kata, saya menyimpulkan (lagi-lagi) secara SEPIHAK bahwa
> poliandri "lebih baik" daripada poligami...
Posted by: Jakobus | December 10, 2006 10:08 PM
HUAUHAHUHUHUA....kocak jak! tapi sayangnya poliandri ngga boleh salam islam. hehe
Oky said: Sekali lagi, gue tidak melegalkan atau melarang soal poligami, tapi ada baiknya kita menelaah lagi (kalo kita mau poligami), sudah demikiankah akhlak dan mental kita dengan Rasulullah, sehingga kita diperbolehkan untuk berpoligami??
heheheheh...like i said. Itu semua NONE of OUR BUSINESS. mau seseorang itu menikahi 4 sampai 9 perempuan sekaligus dengan alasan dia berhubungan dengan faktor otak, hati, dompet atau alat kelamin. Itu urusan dia, pahala dia dan DOSA dia. Semua nantinya dia yang nanggung.
Kita ngga boleh JUDGEMENTAL, kalo lo dia nikahin itu cewek karena HORNY, so WHAT??? thats none of our business anyway. Itu sama persis sama kalo lo mandang orang yg nikah di jodohin itu ngga boleh. Padahal di Arab Saudi, mereka rata2 nikah karena dijodohin, NGGA pake bikin DOSA dulu dengan pacaran. Karena dalam Islam diajarkan, untuk menikahi seseorang itu tidak harus ada CINTA diantara sesamanya, karena CINTA yang sesungguhnya cuma hanya kepada Allah swt, bukan materi yang tidak abadi (termasuk pasangan hidup).
Like i said before, the polygami motivations and backgrounds are NONE of OUR Business. Itu urusan Dia dengan Allah swt, ky. Sama persis seperti dosa. Dosa lo bukan urusan gw, demikian juga sebaliknya. Karena gw/ lo kan ngga pernah tau apa sebenarnya yg orang tersebut been through atau rasakan. yang perlu kita tau cukup. Poygami is DOable. PERIOD.
Posted by: Bovian | December 10, 2006 10:14 PM
hahahah, gw kaya'nya lbh cenderung dg ide poliandri spt yg disebut di atas aja deh!! 4 suami 1 istri dan bbrp anak, akan menjadikan kualitas hidup yg baik tuh bagi sang istri, anak, dan moga2 para suami. Kalo aja Aa Gym bisa menjelaskan alasan2 berpoligami secara sistematis dan detail spt kasus poliandri di atas, pasti orang2 ga akan protes. And you're right, Bov...most of us are stupid, and most of the rest are loosing the brain, hehehe.
Posted by: adiiiiit | December 11, 2006 09:28 AM
hehehe....jangan dong, dit. dilarang dalam Islam, man. tapi jujur aja, gw kalo jadi cewek, gw mandang hukum islam gender banget ngga sih? maaf nih ya, tapi kayaknya nguntungin pihak cowok mulu.
makanya sebagai cowok, gw juga tau diri. Sebisa mungkin ngga berpoligami, meskipun ngga papa. karena gw ngga pengen pasangan gw berpoliandri.
I just dont like the ideas, kalo ada orang yg bikin larangan2 yang ngga jelas base-nya. just worry about the domino effects in the future, dude. karena kalo 1 hukum bisa dimodif, bukan ngga mungkin hukum lainya mereka modif lagi, sehingga perlahan merusak ke originalitas Islam itu sendiri.
AA Gym is fine. He has the rights to do that. I think its time for the moslem in Indonesia to see him as an ordinary PERSON, not a prophet. Cuz i think some of those stupid housewives mulai mensejajarkan beliau dengan Nabi Muhammad. Dimana yang sebenarnya itu SALAH. Karena dia itu masih JAUH banget dari figur seorang Nabi. Memang dari segi karakteristik, di Indonesia ini, mungkin beliau yang paling mendekati.
Posted by: Bovian | December 11, 2006 05:49 PM
Betul bos, tapi gue revisi dikit yah pernyataan loe:
"Makanya dari dulu DIA sendiri aja NGGA BERANI kasih pernyata poligami itu boleh atau tidak.."..
Tulisan loe disini "DIA" merujuk ke AA Gym, bener ngga bov?
Kebetulan gue dulu sering ngikutin AA Gym, sayangnya dia pernah tuh bos ngutip soal poligami..gue masih inget koq omongan dia "kalo saya mah teh ninih juga udah cukup..poligami itu paling enaknya cuman 6 bulan, selebihnya bikin pusing"..
Nah itu yang gue sayangin dari sosok AA Gym yang pernah ngomong gitu, ternyata realisasinya berbeda, menurut gue itulah yang dikecewain ama orang2, mungkin karena orang2 termasuk gue terlalu 'mendewakan' dia..seperti yang loe bilang, gue khilaf dan salah...sekaligus kecewa, orang yang DULUNYA jadi panutan gue, ternyata masih berbeda antara ucapan dan kenyataan..
Posted by: Oky | December 13, 2006 08:05 PM
Hihihi...seru juga yah diskusinya. G kan blom ngeluarin statemen nih. Pendapat g sih gini: baik itu co or ce kalo doi mau dimadu/di-dua-in. Apa mau dikata. Masak g mau ngatur2. Kalo ampe terjadi apa2 di tengah2, ya itu berarti risikonya dia mau di-dua-in. Kalo mereka bilang: ya...abis gimana ya, kan agamaku jg gak ngelarang suamiku beristri dua/tiga/empat/seratus, jd terpaksa deh. Kalo begitu jawabannya, ya itu jg risiko yg jd bagian dlm agamanya. Ada "harga" yg harus dibayar. Dia harus tau tiap risiko itu. Maaf kalo ada kata2 yg salah. Salam damai.
Posted by: Jakobus | December 15, 2006 01:17 AM
oky: Agree with u. BUt for me personally, AA GYM is still one of the best Moslem Role Model in Indonesia, ky.
We have to tolerate that "little" mistake he did. Sosok beliau Blm ada replacementsnya and as a fellow moslem and a MAN, We have to respect him for that. I mean, jangan sampe gara2 polygami doang, kita berpaling.
Kita udah tau betapa besar jasa beliau, Nah! skrng tinggal kta mengukur, seberapa besar hati kita.
Yang salah disini adalah mereka yg mensejajarkan atau bahkan membanding2kan beliau dengan Nabi Muhammad.
jak: yup, gw bilang polygami boleh. Karena Indonesia is not in a position to change that RULES.
Posted by: Bovian | December 16, 2006 10:20 PM
Terlepas dari pro-kontra poligami, ato dari sejarahnya, ato soal selingkuh,
menurut gue (di masa sekarang) it's a mind set.
Kalo seseorang udah nge-set pikirannya mo nikah dengan satu orang saja,
n bahkan (syukur2) ga mau fooling around,
dia akan jalani itu walaupun (mungkin) banyak godaan.
Tapi kalo dari awal pikirannya ngga di set gitu,
mungkin di suatu titik dia akan terbuka untuk option lain,
walaupun pada saat itu dia udah merit.
Life is a battle of mind.
Hi, pa kabar Bov?
Posted by: Fang | December 30, 2006 02:21 AM
Terlepas dari pro-kontra poligami, ato dari sejarahnya, ato soal selingkuh,
menurut gue (di masa sekarang) it's a mind set.
Kalo seseorang udah nge-set pikirannya mo nikah dengan satu orang saja,
n bahkan (syukur2) ga mau fooling around,
dia akan jalani itu walaupun (mungkin) banyak godaan.
Tapi kalo dari awal pikirannya ngga di set gitu,
mungkin di suatu titik dia akan terbuka untuk option lain,
walaupun pada saat itu dia udah merit.
Life is a battle of mind.
Hi, pa kabar Bov?
Posted by: Fang | December 30, 2006 02:21 AM
Terlepas dari pro-kontra poligami, ato dari sejarahnya, ato soal selingkuh,
menurut gue (di masa sekarang) it's a mind set.
Kalo seseorang udah nge-set pikirannya mo nikah dengan satu orang saja,
n bahkan (syukur2) ga mau fooling around,
dia akan jalani itu walaupun (mungkin) banyak godaan.
Tapi kalo dari awal pikirannya ngga di set gitu,
mungkin di suatu titik dia akan terbuka untuk option lain,
walaupun pada saat itu dia udah merit.
Life is a battle of mind.
Hi, pa kabar Bov?
Posted by: Fang | December 30, 2006 02:23 AM
hehehe sru juga ya Bov ngebahas soal ini, gw baru aja baca tulisan2 lu dan juga sedikit tanggapan2 lu utk komen2 di atas.
Ge setuju juga kalau Poligami ya memang bagian dari agama Islam, siapapun yang menganut agama Islam ya harus mau terima aturan poligami ini, HANYA pilihannya ya ada di tiap individu (pria) karena toh memang poligami sendiri TIDAK diharuskan!
Hanya Aa Gym MEMANG tidak konsekwen dengan tulisannya atau pernyataannya di waktu dulu dan ini yang sangat menyakitkan banyak orang (ngga hanya ibu2) karena orang2 sekarang ini sangat mendambakan seorang pemuka agama yang benar2 memiliki Integritas, Ngga neko2, berani bersikap dan tentunya tidak plin plan. Di sinilah Aa Gym gagal, ya tapi memang seperti tulisan gw di blog gw, Aa Gym juga toh hanya manusia ....
So Bov, ada rencana untuk poligami ?
:D:D
Posted by: David H | January 11, 2007 06:45 AM