February 04, 2008

Fatamorgana vs. Magic Eye

Fatamorgana adalah tipuan visual yang direfleksikan oleh mata kita sendiri. Hampir setiap hari saya bertemu dengan yang namanya Fatamorgana. Dalam hal ini saya tidak secara harafiah menggambarkan fatamorgana seperti ada sebuah genangan air di tengah padang pasir yang panas, pengertian fatamorgana ini bisa diartikan kedalam kualitas individu sebagai makhluk sosial.

Sering kali kita bertemu dengan orang yang enak dipandang mata, tetapi semakin kita dekat, semakin kita mengenalnya lebh jauh, ternyata orang tersebut bisa dikatakan kosong. tidak mempunyai visi, misi dan intelegensi yang cukup, atau paling tidak untuk mengimbangi tampilan luarnya.

Seperti halnya fatamorgana, awalnya memang saya pernah penasaran, saya mengejar terus orang tersebut meskipun ditengah panas terik matahari dan hausnya tenggorokan, tetapi setelah saya berlari kearahnya, saya sadar, bahwa bahwa saya tidak menemukan apa yang saya cari dalam dirinya. saya tidak menemukan apa yang saya lihat dari jauh sebelum saya berlari mengejar.saya melihat orang teFatamorgana rsebut sama persis dengan fatamorgana, yang hanya dapat dilihat dari jauh, tetapi ketika didekati, ternyata hanya tipuan perasaan dan mata saya saja. tipuan tersebut bisa berupa penampilan, gaya hidup, kendaraan dan banyak lagi.

Jarang sekali saya bertemu dengan orang yang seperti gambar "magic eye" yang kalo dilihat sepintas, seperti batik saja, sama dengan gambar2 disampingnya, namun ketika dilihat lebih dalam lagi, ketika dikenal lebih dekat lagi, timbul gambar 3D yang indah,

                            

November 02, 2007

Respect

Beberapa orang mendefinisikan respect sebagai sifat saling menghormati satu sama lain. Tetapi menurut saya, RESPECT adalah gabungan dari kata RESPONSE and PROSPECT. When there is a good response, there will always be a good prospect.

Ketika kita mendapatkan tanggapan yang baik (response), oleh karena itu dengan sendirinya akan ingin terus menjalin hubungan baik dengan orang tersebut (prospect). kelanjutan dari hubungan baik tersebut, bisa melahirkan sesuatu yang berguna (progress). menurut saya, ini adalah definisi dari saling menghormati/menghargai satu sama lain (respect).

September 18, 2007

Eyes Can't Resist Beautiful People

by Andrea Thompson
LiveScience Staff Writer
LiveScience.com                                                                Tue Sep 18, 10:40 AM ET                                                                         

                        

Whether we’re looking for someone to date or sizing up a potential rival, our eyes irresistibly lock on to good-looking people, a new study finds.

                                                                         

Participants, all heterosexual men and women, fixated on highly attractive people within the first half-second of seeing them. Single folks ogled the opposite sex, of course. But those in committed relationships more often eyed beautiful people of the same sex.

“If we’re interested in finding a mate, our attention gets quickly and automatically stuck on attractive members of the opposite sex,” explained study leader Jon Maner of the University of Florida. “If we’re jealous and worried about our partner cheating on us, attention gets quickly and automatically stuck on attractive people of our own sex because they are our competitors.”

Maner's research is based on the idea that evolution has primed our brains to subconsciously latch on to signs of physical attractiveness in others, both to find a mate and to guard him or her from potential competitors.

But this evolutionary trick is not without potential romantic peril. Even some people in committed relationships had trouble tearing their eyes away from attractive members of the opposite sex. On the other hand, fixating on attractive people of the same sex as rivals could contribute to feelings of insecurity.

Maner found that men prone to jealousy kept a close eye on attractive potential rivals.

“When it comes to concerns about infidelity, men are very attentive to highly attractive guys because presumably their wives or girlfriends may be too,” he said.

Maner's experiments, which flashed pictures of attractive men and women and average-looking men and women in front of participants and measured the time it took to shift their attention away from the image, surprisingly showed little difference between the sexes.

“Women paid just as much attention to men as men did to women,” Maner said.

August 16, 2007

Dialog antara Kepala Suku Kutub utara, Hutan dan Padang Pasir

Pernah tidak kamu berada dalam situasi dimana kamu harus berhadapan dengan orang yang pintar, tapi kamu sulit untuk menerima pemikiran dia karena apa yang dia pikirkan belum terbukti adalah apa yang dia lakukan?

Kalo di ibaratkan ada dialog antara kepala suku yang tinggal di Hutan, kepala suku yang tinggal di Kutub Utara dan yang tinggal di Padang Pasir. Katakanlah mereka sedang berdiskusi untuk membicarakan, bagaimana mencari makan yang paling cepat, enak dan kenyang (survivor).

Pada awalnya mungkin mereka akan saling bersopan-santun, saling mendengarkan pengalaman masing-masing selama berusaha untuk hidup di dunia yang keras dan penuh tekanan ini.

Suasana mulai memanas ketika salah satu pihak mulai mengajari pihak lain untuk bertahan hidup. Suku Kutub Utara, menilai cara yang dipakai oleh Suku Padang pasir, tidak efisien. Suku Hutan menilai mereka berdua bodoh, karena seharusnya dengan cara bersembunyi disemak-semak ketika berburu adalah cara terbaik. Sementara mereka berdua bingung, karena di Padang Pasir dan Kutub Utara mana ada semak2? Emangnya dia berpikir kalo di padang pasir ada pasir hisap dan di kutub utara ada permukaan es yang tipis yang bisa retak kapan saja?

Kalo dalam Disney, Ini sama persis seperti TARZAN mengajarkan ALADDIN untuk nangkep NEMO

Nah hal ini adalah symbol debat antara Pengusaha, Karyawan dan Seniman. Awalnya mereka baik-baik saja, saling bersopan santun. Namun ketika salah satu pihak sudah mulai mendominasi pembicaraan, bertindak seolah2 dia yang paling tahu segala2nya, disitulah terjadinya konflik.

Saya sebagai pengusaha, pernah bertemu dengan teman saya yang karyawan. Ketika berbicara, nampaknya seru sekali. Dia pintar, penuh dengan ide-ide cemerlang dan janji-janji muluk dalam mengembangkan usaha. Sampai terkesan seolah2 dia mengajarkan saya untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses.

Tapi ada satu hal yang masih nyangkut benak saya. Kalo emang benar apa kata dia, kenapa dia ngga jadi pengusaha saja? Jadi selama ini yang saya dengarkan hanya sebuah wacana dan teori saja, pelaksanaannya belum ada. Setelah itu timbul pertanyaan2 dibenak saya. Pernah ngga dia melihat sorot mata klien ketika lagi ngomel? Pernah ngga dia untuk merotasi uang menjadi uang yang lebih banyak lagi? Pernah ngga dia berjuang mati2an dalam rimba ketidak pastian? Pernah tidak dia dituntut untuk berinovasi atau bankrupt, dan cara2nya? Pernah tidak terpikir oleh dia untuk membuat suatu karya yang indah dan bisa digunakan oleh umat manusia?

Saya sebenarnya tidak butuh teori yang belum terbukti berguna ketika diaplikasikan ke lapangan, yang saya butuh adalah bukti konkret bahwa apa yang dia bilang sesuai dengan apa yang dia lakukan. Berhasil atau tidak, itu urusan lain.

Setelah mendengar panjang lebar omongan dia, nampaknya semua itu hanya sekedar omdo yang tidak ada action dan SOUL-nya. Mungkin yang dia tau, Cuma bangun pagi, dandan tidak sesuai kepribadian, ngantor untuk jilat pantat bos, demi promosi, terus pulang. Besoknya gitu lagi…gitu lagi…gitu lagi. Orang yang kayak gini, pengen menasehati orang lain? Oh my God!!

Sebagai orang yang penuh pertanyaan, wajar saja kalo saya konfirmasi statement teman saya yang karyawan tersebut ke teman saya yang seniman penduduk asli Negeri Kangguru sana. Saya bertanya ke dia sekedar hanya mencari pembenaran atas pemikiran saya sendiri. Tapi ternyata komentar dia diluar dugaan: Untuk apa dengar celoteh orang yang karya-nya tidak jelas apaan? Untuk apa dengar pembicaraan orang yang kerjaanya Cuma ngikuuuuuutttt…aja, kayak Yes-man saja. Hati-hati Jaman sekarang banyak orang pintar melakukan hal-hal bodoh, boss.


Kesamaan antara kita semua adalah kita sama2 Survivor dalam dunia yang penuh dengan cobaan, tekanan dan godaan ini. Mana yang paling kuat, paling gesit, paling pintar dan paling hoki akan bertahan hidup lebih lama daripada yang lemah. Oleh karena itu saya rasa, sebaiknya kita saling menghormati pilihan hidup orang lain, karena rejeki dan cobaan itu datangnya tidak pandang bulu dan bisa dating dari mana saja. Bisa saja, rejeki orang itu datangnya dari orang tuanya, kerja kerasnya, atau bahkan anaknya, demikian juga cobaan. Paling tidak dengan kita percaya Qadha dan Qadar, saya rasa sudah cukup, tanpa harus menggurui orang lain untuk sekedar mendapatkan pengakuan “kesan pintar”.

PENGUSAHA berkomentar:” Orang tersukses di dunia sudah terbukti mayoritas adalah PENGUSAHA!!!”,

SENIMAN membalas: “ Mau sukses dari usia muda, ya jadi SENIMAN!!”,

KARYAWAN tereak: “ Ngapain lo bedua mimpi, kalo mau gaji tetap yah jadi KARYAWAN. Hidup COMFORT ZONE!!”

PELAJAR nyeletuk: " Pusing amat lo semua! apa sih susahnya minta duit sama bokap-nyokap? terus weekend clubbing deh!

PENGANGGURAN nimbrung: "eh...eh..eh seru amat. lagi pada ngomongin apaan sih?"

Tanpa disadari....bangsa ini makin terpuruk aja.....capek deh.

July 29, 2007

Penjara Pikiran

Seekor belalang lama terkurung dalam satu kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira dia melompat-lompat menikmati kebebasannya.

Di perjalanan dia bertemu dengan belalang lain, namun dia heran mengapa belalang itu bisa lompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Dengan penasaran dia bertanya,

"Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dariku,padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran tubuh?" Belalang itu menjawabnya dengan pertanyaan,

"Dimanakah kau tinggal selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan."

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

Sering kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman,tradisi, dan semua itu membuat kita terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita.

Sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Tahukah Anda bahwa gajah yang sangat kuat bisa diikat hanya dgn tali yang terikat pada pancang kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bisa bebas jika ada "sesuatu" yang mengikat kaki nya, padahal "sesuatu" itu bisa jadi hanya seutas tali kecil...

Sebagai manusia kita mampu untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami. Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin kita capai. Sakit memang, lelah memang,tapi jika kita sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. Pada dasarnya, kehidupan kita akan lebih baik kalau kita hidup dengan cara hidup pilihan kita sendiri, bukan dengan cara yang di pilihkan orang lain untuk kita .


Have A Great Day's

Sumber : http://beranigagal.blogspot.com/

July 27, 2007

Tahun 2040 : 2.000 pulau tenggelam

Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas, bukanlah suatu masalah yang perlu kita risaukan.

"Mana mungkin sih tindakan satu-dua makhluk hidup di jagat semesta bisa mengganggu kondisi planet bumi yang mahabesar ini?" barangkali begitulah Anda berpikir.

Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC) memublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya sangat mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi peningkatan suhu merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 – 0,3o C. Jika peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (33 tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Dan jika bumi masih terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Udara akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan makanan. Napas tersengal oleh asap dan debu. Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap, begitu pula nyawa manusia.

Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi. Sepanjang tahun 1980-2002, suhu minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17o C per tahun. Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87 o C per tahun. Tanda yang kasatmata adalah menghilangnya salju yang dulu menyelimuti satu-satunya tempat bersalju di Indonesia , yaitu Gunung Jayawijaya di Papua.

Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah mengerikan. Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050 daera-daerah di Jakarta (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi (seperti : Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya.

Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah seharusnya kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam kedaulatan negara. Es yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepas dan menyebabkan permukaan laut bumi – termasuk laut di seputar Indonesia – terus meningkat. Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga garis kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun mendatang sekitar 2.000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat tinggal. Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai.

Peneliti senior dari Center for International Forestry Research (CIFOR), menjelaskan, pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya radiasi gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas / inframerah) yang dipancarkan bumi oleh gas-gas rumah kaca (efek rumah kaca adalah istilah untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi dan tidak bisa menyebar). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara (atmosfer). Penipisan lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi. Karena, makin tipis lapisan lapisan teratas atmosfer, makin leluasa radiasi gelombang pendek matahari (termasuk ultraviolet) memasuki bumi. Pada gilirannya, radiasi gelombang pendek ini juga berubah menjadi gelombang panas, sehingga kian meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca tadi.

Karbondioksida (CO2) adalah gas terbanyak (75%) penyumbang emisi gas rumah kaca. Setiap kali kita menggunakan bahan bakar fosil (minyak, bensin, gas alam, batubara) untuk keperluan rumah tangga, mobil, pabrik, ataupun membakar hutan, otomatis kita melepaskan CO2 ke udara. Gas lain yang juga masuk peringkat atas adalah metan (CH4,18%), ozone (O3,12%), dan clorofluorocarbon (CFC,14%). Gas metan banyak dihasilkan dari proses pembusukan materi organic seperti yang banyak terjadi di peternakan sapi. Gas metan juga dihasilkan dari penggunaan BBM untuk kendaraan. Sementara itu, emisi gas CFC banyak timbul dari sistem kerja kulkas dan AC model lama. Bersama gas-gas lain, uap air ikut meningkatkan suhu rumah kaca.

Gejala sangat kentara dari pemanasan global adalah berubahnya iklim. Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski kini kita sudah memasuki bulan yang seharusnya sudah terhitung musim kemarau. Menurut perkiraan, dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim kemarau ke musim hujan terus bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari normal. Banyak orang menganggap, banjir besar bulan Februari lalu yang merendam lebih dari separuh DKI Jakarta adalah akibat dari pemanasan global saja. Padahal 35% rusaknya hutan kota dan hutan di Puncak adalah penyebab makin panasnya udara Jakarta . Itu sebabnya, kerusakan hutan di Indonesia bukan hanya menjadi masalah warga Indonesia , melainkan juga warga dunia. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengatakan, Indonesia pantas malu karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut (yang diubah menjadi permukiman atau
hutan industri). Jika kita tidak bisa menyelamatkan mulai dari sekarang, 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan yang habis, 15 tahun lagi hutan di seluruh Indonesia tak tersisa. Di saat itu, anak-anak kita tak lagi bisa menghirup udara bersih.

Jika kita tidak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas planet Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan, termasuk anak-anak kita nanti.

Cara-cara praktis dan sederhana `mendinginkan' bumi :

1. Matikan listrik.
(jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak.
Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).


2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).


3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).


4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).


5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).


6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.


7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.


8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.


9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).


10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).


11. Say no to plastic.
Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.


12. Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi.

April 28, 2007

Generasi Penurut

Semenjak kecil kita dilatih untuk mengikuti perintah. Ketika kita balita, orang tua kita memerintahkan kita untuk mencoba berjalan, jangan nakal, jangan lari2an dan lain2, jika tidak nurut juga, ancaman di jewer di lakukan. ketika SD-SMA guru memerintahkan kita untuk membuat PR, datang pagi dan belajar yang rajin. jikia tidak mengikuti pola tersebut, ancaman strap dan tidak naik kelas dicanangkan. Mulai sedikit dewasa, ketika kuliah kita diperintahkan oleh dosen untuk membuat skripsi, kerja kelompok, survey, kerja praktek dan membuat tugas2. Jika tidak mengikuti pola tersebut, ancaman DO dan seleksi alam di tegakkan.

Ditengah itu semua, sambil berusaha memperbaiki IPK, kita di perintahkan oleh pacar kita untuk setia, jangan lirik makhluk indah dan antar jemput. jika tidak nurut, ancaman putus di keluarkan. Akhirnya kita Lulus mendapat gelar sarjana dan pekerjaan, kita diperintahkan untuk datang ke kantor 9-5, kerja keras, follow up client dan kalo perlu lembur. jika tidak ikutin aturan yang ada, ancaman PHK di ingatkan. Ketika karier sudah mulai membaik dan mendapatkan penghasilan yang cukup, kita lagi2 diperintahkan oleh orang tua, untuk segera menikah dan membangun keluarga sendiri. Jika tidak, ancaman orang tua sudah semakin tua di ingat2kan terus menerus.

Itu semua baru hal2 yang bersifat duniawi, belum lagi hal2 yang bersifat religi, ancaman api neraka di gembar gembor jika tidak menjalan agama yang kita peluk.

Ini adalah pola yang orang yang terpaku umumnya orang lakukan, pola yang sudah di set, tanpa disadari membentuk sebuah kandang disekeliling diri kita yang sering kali menghambat seseorang untuk menjadi manusia yang lebih produktif, kreatif dan superior. Saya kebayang, kalo semua orang di indonesia melakukan pola tadi...akan jadi bangsa seperti apa kita? bangsa yang mematuhi perintah bangsa lain yang lebih superior. bangsa yang tidak perlu dijajah, sudah dilatih untuk bertahan dalam kondisi terjajah semenjak dulu.

Beberapa orang ada yang mengatakan hal tersebut diatas adalah wujud dari pendewasaan diri dan tanggung jawab, menurut saya itu semua omong kosong. itu semua wujud dari ketakutan seseorang untuk menjadi orang yang lebih berguna bagi orang lain. Ketakutan tidak diterima keluarga, kekasih, orang tua, anak dan lingkungan sekitarnya. Seberapa banyak sih, orang yg bener2 bahagia menjalankan pola2 itu semua?

Kalo mereka bahagia, ngga akan ada yang namanya perselingkuhan, pengkhianatan, pembajakan, pembunuhan dan korupsi. mereka semua melakukan itu karena mereka tidak bahagia dengan konsep RULES yang membatasi ruang gerak. Ini dia, kenapa orang yang berani memilih jalan hidup yang penuh resiko lebih menjadi panutan ketimbang yang biasa2 saja mengikuti pola tadi, karena mereka menjadi inspirasi bagi orang2 yang tersesat.

Kurang lebih, ini dia jawabannya, kenapa Bill Gates, Warren Buffet, Iwan Fals, Inul, Tukul, Slank, The Beatles dan Elvis punya massa lebih banyak dari Dosen2 kita dan teman2 kita yang kerja 9-5, tampilan necis, pake dasi tapi gaji ngga seberapa.

Most of us are born just to be a follower. Only few of us are born to be a leader.

March 28, 2007

A Page for Sharapova

Sharapova4 Setiap pagi saya baca surat kabar Kompas. Disana terpampang berita2 yang sangat update, terpercaya dan akurat (bukan promosi nih). mulai dari Global Warming, MDG, Nuklir di Korea dan Iran, Perang Irak hingga pembagian laptop ke anggota DPR.

Jika anda juga pembaca setia Kompas, perhatikan hampir setiap hari ada berita mengenai juara tenis dunia yang cantik ini, Maria Sharapova. Segar banget rasanya, ditengah berita2 tentang kondisi bumi yang semakin parah, ada sosok Maria terselip ditengah2 berita tersebut. Bukan hanya itu, dia juga sosok yang paling sering muncul membawa good news ditengah sesaknya bad news edisi harian Kompas, atau bahkan hampir di surat kabar di seluruh dunia.

Berita harian yang ada rata2 berupa "The Battle of Old People", mulai dari Hugo Chavez mengecam Bush, Kritikan Mahathir terhadap Badawi, JK memojokan SBY, DPR yang ngga henti2nya morotin rakyat dan Pemboman di Irak yang tiada habis2nya.
Di tengah perdebatan antar politikus (yang jauh dari definisi good looking) dengan janji-janji dan omong kosongnya. Maria muncul dengan prestasinya dilapangan tennis. Seolah2 menunjukan bahwa separah2nya keadaan dunia ini, masih ada harapan untuk terus maju dan berprestasi.

Berbeda dengan perempuan pirang lainya seperti, Paris Hilton yang ngetop karena sex tapenya atau Britney Spears yang ngga henti2nya bikin sensasi, Maria membuktikan dia mampu berprestasi di jalur yang positif, yaitu olahraga.

She's not a superhero, dia juga sudah pasti setiap hari mengalami serangkaian tekanan, cobaan dan tantangan dalam hidupnya seperti kita. Dalam kariernya, dia sering kali kalah melawan Serena Williams. Tambah lagi, dia seorang perempuan yang belum beranjak ke usia 20, dimana gejolak emosi dan hormon pasti mengganggu fokus dia setiap saat.

Kalau dilihat sepintas perempuan seumuran dia, biasanya yang dipikirin apa sih...paling cepat lulus kuliah, weekend clubbing, cari cowok tajir, terus nikah. Perbedaannya adalah disaat perempuan seusia dia lagi asiknya2 party dan belajar dibangku kuliah, dia latihan untuk mengharumkan nama Russia. Ketika teman2nya weekend ke salon, nongkrong di mall, belanja dan nonton bioskop, dia mesti bertanding dibawah terik matahari Melbourne. Meskipun demikian, saya blm pernah baca dia complaint soal problem yang dia hadapi, padahal dia sempat cidera dan kalah dalam pertandingan.


Salut buat Sharapova! Bagi saya, dia adalah symbol manusia yang layak untuk jadikan teladan daya juangnya. Saya harap semakin banyak orang yang mengkuti cara dia berjuang untuk (bukan hanya perempuan, dan bukan hanya dalam bidang olahraga). Dengan, atau tanpa teriakan yang keras...uhauhauhuha.

Her Action (and screams) speaks louder than her words. At the end of 2006, she was the world's highest-paid female athlete. That is a how a person change the world. That is how a young woman conquer the world of sports.

March 27, 2007

Kembali ke Laptop

Costumerservice Anggota DPR: "Mba, laptopnya salah."

Customer Service: "Salah gimana pak?"

Anggota DPR: "Laptopnya nggak mau hidup."

CS: "Sudah tekan tombol power pak?"

Anggota DPR: "Tombol powernya sebelah mana mba?"

****

Anggota DPR: "Mba, saya mau konek ke internet nggak bisa, kenapa ya?"

Customer service: "Nggak bisanya kenapa?"

Anggota DPR: "Saya ketik www.playboy.com << http://www.playboy.com/>> , gambarnya nggak keluar."

Customer service: "Pesan errornya apa pak?"

Anggota DPR: "Nggak ada pesan error, pokoknya saya ketik playboy.com di addressnya, nggak muncul gambar sama sekali."

Customer service: "Bapak koneksi internetnya pakai apa, dial up, hotspot?"

Anggota DPR: "Pakai gambar yang ada tulisan e (maksudnya internet explorer)."

Customer service: "Maksudku, bapak langganan internetnya pakai ISP apa, lalu cara koneksi internetnya pakai dial-up atau hotspot, mungkin settingnya ada yang salah."

Anggota DPR: "ISP itu apa sih mba?"

Customer service: "Wah ini sih 50 x 2 pak.."

Anggota DPR: "Apa tuh mba?" Customer service: "CAPE' DEH!!"

******

Anggota DPR: "Mba' saya ingin daftar account di yahoo.com kok nggak bisa ya?"

Customer service: "Nggak bisa kenapa pak?"

Anggota DPR: "Ada tulisan, paswort is nat long inof, suld bi mor ten 8 karakter"

Customer service: "Itu maksudnya, password bapak minimal 8 huruf."

Anggota DPR: "Oooo...oke deh.., saya coba dulu."

Anggota DPR: "Mba password minimal delapan huruf itu delapannya pakai angka 8 atau ejaan delapan?"

Customer service: "Maksudnya?"

Anggota DPR: "Saya suda tulis di kolom password minimal 8 huruf, tapi bingung mau tulis delapannya, pakai angka delapan atau ejaan huruf 'delapan'."

Customer service: "Ketik ini aja pak..C Spasi D."

Anggota DPR: "Apa tuh?"

Customer service: "CAPE' DEH !!!"

****

Anggota DPR: "Mba' kalau muter film di laptop, gimana caranya ya?

CS: "Ada dvd playernya kan pak?"

Anggota DPR: "Sebelah mana tuh mba?"

CS: "Disamping kanan, pak. kalau di tekan tombolnya nanti, piringan discnya keluar."

Anggota DPR: "Ooooo.... yang keluar itu, piringan disc ya? Udah patah tuh kemarin."

CS: "Kok bisa patah?"

Anggota DPR: "Saya kira tempat buat naruh gelas minuman."

******

Anggota DPR: "Komputer saya rasanya kena virus"

CS: "Virus apa tuh pak?"

Anggota DPR: "Kurang tahu juga, setiap mau cetak ke printer, selalu ada tulisan kennot fain printer."

CS: "Itu mungkin salah setting pak."

Anggota DPR: "Settingnya udah bener kok, kemarin aja bisa nyetak, tapi sekarang nggak bisa. Saya sudah tunjukkin printernya di depan laptop, tetap aja dia terus-terusan "searchng printer not found." Kayanya webcamnya rusak, nggak bisa lihat printer."

CS: "Mendadak laper nih Pak, ingin makan tape.."

Anggota DPR: "Lho..kok begitu?"

CS: "TAPE DEH !!!!"

********

Anggota DPR: "Mba, kalau mau baca blognya si artist anu dimana ya?"

CS: "Bapak cari aja di google."

Anggota DPR: "Tapi si artist anu nggak kerja di google kok mba, saya tahu persis."

Capeeek deeehhh..... ......... .... !!!!

March 03, 2007

Types of Marriage

Marriage Part I

 

Typical macho man married typical good-looking lady and after the wedding, he laid down the following rules:

 

"I'll be home when I want, if I want and at what time I want and I don't expect any hassle from you.  I expect a great dinner to be on table unless I tell you that I won't be home for dinner.  I'll go hunting, fishing, boozing and card-playing when I want with my old buddies and don't you give me a hard time about it. Those are my rules.  Any comments?"

 

His new bride said, "No, that's fine with me. Just understand that there will be sex here at seven o'clock every night ....whether you're here or not."

 
(DAMN! SHE'S GOOD!)

 

************************************

 Marriage (Part II)

 
Husband and wife had a bitter quarrel on the day of their 40th wedding anniversary!

 

The husband yells, "When you die, I'm getting you a headstone that reads:

"Here Lies My Wife - Cold As Ever "
 

"Yeah?" she replies. "When you die, I'm getting you a headstone that reads:

"Here Lies My Husband - Stiff At Last"


(HE ASKED FOR IT!)

****************************** 

 Marriage (Part III)

 

Husband (a doctor) and his wife are having a fight at the breakfast table.

Husband gets up in a rage and says, "And you are no good in

bed either," and storms out of the house.

 

After some time, he realizes he was nasty and decides to make ammends and rings her up.  She comes to the phone after many rings, and the irritated husband says, "What took you so long to answer the phone?"

 

She says, "I was in bed."
 

"In bed this early, doing what?"
 

"Getting a second opinion!"

 

(YEP, HE HAD THAT ONE COMING, TOO!)

 

******************************************

 Marriage  (Part IV)

 

A man has six children and is very proud of his achievement.
He is so proud of himself, that he starts calling his wife, "Mother of Six" in spite of her objections.

 

One night, they go to a party. The man decides that it's time to go home and wants to find out if his wife is ready to leave as well.

 

He shouts at the top of his voice, "Shall we go home 'Mother of Six?'

 

His wife, irritated by her husband's lack of discretion, shouts right back,"Anytime you're ready, Father of Four."

 (RIGHT ON, LADY!)

 **************************************

 Marriage  (Part V)   The Silent Treatment


A man and his wife were having some problems at home and were giving each other the silent treatment. Suddenly, the man realized that the next day, he would need his wife to wake him at 5:00 am for an early morning business flight.

 

Not wanting to be the first to break the silence (and LOSE), he wrote on a piece of paper, "Please wake me at 5:00 am"  He left itwhere he knew she would find it.

 

The next morning the man woke up, only to discover it was 9:00 AM and he had missed his flight. Furious, he was about to go and see why his wife hadn't wakened him, when he noticed a piece of paper by the bed.  The

paper said, "It is 5:00 AM. Wake up."

 

Men are not equipped for these kinds of contests.

 

**************************************

 

God may have created man before woman, but there is always a rough draft before the masterpiece.

 

 

SEND THIS TO SMART WOMEN WHO NEED A LAUGH AND TO MEN YOU THINK CAN HANDLE